Halo
perkenalkan nama saya Filga Novan Marshallndy Sunarno, lahir di Nganjuk, 12
November 1997. Saya orang asli Nganjuk dan begitu menyukai roda dua atau motor,
hobby motor sejak smp dan itu berawal dari kakak saya.. lak boso kerennya oleh
ngerti motor soko mas kandung. Hobby motor bukan berarti saya gunakan untuk hal
yang negatif seperti balap liar dan jadi geng motor. Hobby saya salurkan untuk
ikut komunitas dan melakukan bakti sosial. Sekian perkenalan singkat dari saya
semoga blog ini bisa menjadi wacana bagi kalian dan bermanfaat.
Kabupaten Nganjuk memiliki banyak keragaman budaya,misalnya : tarian , makanan khas , upacara adat , dan sebagainya .Kesadaran masyarakat akan kayanya budaya Kabupaten Nganjuk sangatlah kurang. Banyak diantara masyarakat Nganjuk sendiri yang tidak mengerti tarian-tarian khas Nganjuk. Apalagi pemuda zaman sekarang , bahkan mereka acuh terhadap kekayaan budaya Nganjuk.Oleh karena itu penting bagi kita untuk membahas keragaman budaya Kabupaten Nganjuk.
Makanan khas Kabupaten Nganjuk antara lain:
- Nasi Becek

Nasi becek ialah makanan yang hampir mirip dengan kare kambing. Isi dari sego becek ini hampir sama dengan soto babat, kalo nasi becek ini telah diberi potongan sate kambing yang telah dilucuti dari tusuk satenya.
- Dumbleg

Dumbleg ini merupakan makanan sejenis dodol yang terbuat dari ketan bisa juga tepung beras. Makanan khas yang ini mirip pudak (makanan khas Gresik) tetapi dumbleg ini mempunyai khasnya dalam segi rasa dan tampilannya. Rasa dumbleg ini manis legit dan bentuknya panjang kayak lontong. Jajanan ini yang terbuat dari tepung beras, gula jawa & santan yang dibungkus dari pelepah jambe
- Onde-Onde Ketawa / Njeblos

Onde-onde Njeblos atau disebut onde onde ketawa ini bentuknya seperti onde-onde pada umumnya namun perbedaanya onde-onde ini dalamnya tidak terdapat isi dan langsung pecah, jadi kayak orang ketawa.
- Nasi Pecel Nganjuk

nasi pecel nganjuk hampir sama dengan nasi pecel pada umumnya namun yang menjadikan khas nasi pecel Nganjuk ini terdapat kulupan kembang turinya, biasaya campuan kulupnya ada banyak diantaranya ada kulup kangkung, toge, kacang panjang, kembang turi, dalam penyajianya nasi yang disiram dengan kuah sambal kacang/pecel yang di tambahkan tempe, tahu goreng serta rempeyeksebagai lauknya
- Nasi Tumpang Khas Nganjuk

Nasi Tumpang ialah sajian nasi yang di sajikan dengan kulup yang di lumuri sambal tumpang, tumpang sendiri merupakan sambal yang terbuat dari tempe “busuk” (tempe difermentasikan) yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah, pada umumnya cara menyajikan nasi tumpang ini adalah perpaduan sambal tumpang dan pecel
- Krupuk Upil

Krupuk Upil Nganjuk ini sama dengan krupuk upil pada umumya, adalah krupuk kecil yang digoreng tanpa minyak tetapi menggunakan pasir
- Krupuk Pecel Khas Nganjuk

Krupuk pecel khas nganjuk ini adalah krupuk bakar yang dicampur dengan sayuran, dalam penyajianya yaitu krupuk yang di atasnya di taburu sayuran yang terdiri dari capar (toge), bayam,bung (rebung), kenikir, mbayung (daun kacang) dan kacang panjang. yang kemudian atasnya di siram dengan bumbu pecel , tidak lupa dengan es jeruk manis biar sip.
- Asem - Asem Ngluyu
Meski
namanya asem-asem, jangan dikira makanan ini sayur asam. Karena, asem-asem khas
Ngluyu ini adalah sayur khas yang berbahan dasar kambing.
Sepintas mirip dengan gulai kambing, tapi ada beberapa jenis
bumbu yang membedakannya, salah satunya adalah daun kedondong. Ya, untuk
membuat rasa asam, asem-asem khas Ngluyu memang tidak menggunakan buah asam,
tetapi memakai daun kedondong. Selain itu, cara memasaknya juga tidak boleh
menggunakan gas elpiji, tetapi memakai kayu bakar.
Kebudayaan Daerah Nganjuk
- Tari Tayub
Tari Tayub atau acara Tayuban. merupakan salah satu kesenian Jawa yang mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak. Tarian ini mirip dengan tari Jaipong dari Jawa Barat. Unsur keindahan diiikuti dengan kemampuan Penari dalam melakonkan tari yang dibawakan. Tari tayub mirip dengan tari Gambyong yang lebih populer dari Jawa Tengah.
- Wayang Timplong
Wayang Timplong adalah sejenis kesenian wayang dari daerah Nganjuk, Jawa Timur. Kesenian tradisional ini konon mulai ada sejak tahun 1910 dari Dusun Kedung Bajul Desa Jetis, Kecamatan Pace, Provinsi Jawa Timur. Wayang ini terbuat dari kayu, baik kayu waru, mentaos, maupun pinus. Instrumen gamelan yang digunakan sebagai musik pengiring, juga sangat sederhana. Hanya terdiri dari Gambang yang terbuat dari kayu atau bambu, ketuk kenong, kempul dan kendang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar